SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA

October 7, 2014

Materi Pengantar Ilmu Ekonomi



BAB I
PENDAHULUAN


-  Pengertian Ilmu ekonomi
-  Kerangka dasar suatu perekonomian

Pengertian Ilmu Ekonomi
1.   Ilmu Pengetahuan Ekonomi sebagai Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu-ilmu pengetahuan              Ilmu-ilmu pengetahuan
                                                   Tidak didasarkan pengalaman

                                                   Ilmu-ilmu pengetahuan                 Alam tanpa kehidupan
                                                   Didasarkan pengalaman               
Alam hidup – Ilmu pengetahuan kemanusiaan – Ilmu Ekonomi

Jadi Ilmu Ekonomi tergolong Ilmu-ilmu pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman yang dipelajari alam hidup dan merupakan bagian dasar pengetahuan ilmu-ilmu pengetahuan kemanusiaan
Ilmu Ekonomi merupakan sebuah Ilmu Pengetahuan Sosial yang erat berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial lainnya

                                                   Ilmu Pengetahuan Sosial
                              Ilmu Jiwa                                                        Ilmu Sosiologi
                                                   Ilmu Pengetahuan Ekonomi

Definisi Ilmu Ekonomi
Albert L. Mayer
Ilmu Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia.

Prof. Dr. Jl. Mey
Ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran
Hennipman
Teori ekonomi bertugas menganalisa manusia dan reaksinya dalam kehidupan ekonomi
Frank Knight
Studi ilmu ekonomi : studi mengenai cara bertindak ekonomis
Semua definisi punya elemen sama :
=    kelangkaan (scarcity)
      keterbatasan sumber daya
      =    Manusia sebagai obyek penyelidikan, dalam hal ini manusia diperhatikan kelakuan manusia (perilaku manusia)
=    Kebutuhan manusia yang tidak terbatas

Jadi Ilmu Ekonomi
Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan alokasi sumber daya yang terbatas untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang tidak terbatas.

Mendefinisi
v   Sumber Daya (SD)
      (Sumber ekonomi)
      Penggolongan sumber daya :  è  sumber daya manusia
                                                      è  sumber daya bukan manusia
v   Sifat Sumber Daya (SD)
      è  terbatas jumlahnya
      è berubah-ubah jumlahnya
      è dapat dikombinasikan dalam berbagai proporsi

v   Kebutuhan manusia merupakan    è     pendorong kegiatan ekonomi
                                                            è     arah dan tujuan akhir semua sistem ekonomi







v   Sifat kebutuhan manusia
Sifat ini timbul karena
 
      è beraneka ragam                                                          kebutuhan biologis& kultural/budaya
      è  tidak dapat dikenyangkan                                         tuntutan peradaban                       

Dari 3 unsur (keterbatasn sumber daya, kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan perilaku manusia)
Tiga masalah pokok perekonomian
1)   What            : Apa saja jenis barang yang harus diproduksi
2)   How             : Bagaimana sumber-sumber ekonomi yang tersedia dipergunakan
3)   For Whom    : Untuk siapa barang tersebut diproduksi

Untuk menyelesaikan tiga masalah ekonomi memerlukan
1.   Organisasi Sistem Ekonomi
      Ø   sistem ekonomi pasar
      Ø   sistem ekonomi komando
      Ø   sistem ekonomi campuran
2.   Fungsi Sistem Ekonomi
      Merupakan persoalan dasar setiap perekonomian

2.   Kerangka Dasar Suatu Perekonomian
      Ekonomi dibagi menjadi :
      a.   mikro ekonomi
      b.   makro ekonomi
      a.   Mikro Ekonomi
Studi tentang perilaku variabel ekonomi perorangan (mempersoalkan segmen terkecil dari perekonomian) seperti :
            -     harga
            -     biaya
            -     fungsi biaya
            -     teori permintaan
            -     teori penawaran
            -     elastisitas
      b.   Makro Ekonomi
            Studi tentang perilaku variabel ekonomi secara keseluruhan (agregate), seperti :
            -     pendapatan nasional
            -     tingkat pengangguran
            -     neraca pembayaran
            -     inflasi
            -     kebijaksanaan fiskal
            -     fungsi investasi


























BAB II
CARA MEMPELAJARAI EKONOMI MIKRO

1.   Pengertian Pasar
Pasar   è  sebuah proses (mekanisme) dimana sekelompok penjual dan pembeli berinteraksi untuk menentukan harga dan kuantitas suatu barang dan jasa, sedangkan uang biasanya dipakai sebagai alat pertukaran.
Dalam setiap pasar terdapat dua sisi: sisi permintaan (pembeli) dan sisi penawaran (penjual). Masing-masing sisi mempunyai pola perilaku yang berbeda.

2.   Unsur-Unsur Dasar Permintaan dan Penawaran
      Permintaan
Permintaan sebuah barang : jumlah barang yang konsumen mau dan mampu membelinya pada harga tertentu dan periode tertentu.
      -     Permintaan berbeda dengan keinginan (desire) karena keinginan tidak mesti disertai kemampuan beli (daya beli).
      -     Permintaan tergantung kepada faktor-faktor :
            1.   harga barang yang diminta;
            2.   pendapatan konsumen;
            3.   ukuran pasar (jumlah penduduk);
            4.   selera (preferensi) konsumen;
            5.   harga barang yang terkait : - barang substitusi
                                                              - barang komplementer
            6.   pengaruh khusus : musim

      -     Jika faktor-faktor 2, 3, 4, 5, dan 6 dianggap tetap (ceteris paribus), dan harga barang yang diminta dibiarkan berubah-ubah, maka akan diperoleh daftar permintaan (demand schedule) barang tersebut. Bentuk grafik daftar permintaan ini disebut kurva permintaan (demand curve).

      -     Kurva permintaan : grafik yang menghubungkan berbagai titik kombinasi antara harga dan jumlah barang yang diminta, dimana faktor-faktor lain dianggap tetap (ceteris paribus).

      -     Hukum permintaan : lereng kurva permintaan adalah negatif, yaitu :
            “Jika terjadi kenaikan harga barang, faktor-faktor lain tetap, maka jumlah permintaan barang tersebut oleh konsumen menurun. Permintaan akan naik jika sebaliknya yang terjadi.

            Harga (P)
                           d

             P1


             P2
                                                               
                                                                d

                                  q1              q2          Jumlah yang diminta (Q)
            Pada grafik di atas garis dd merupakan kurva permintaan yang lerengnya negatif.

      -     Hubungan negatif antara harga dengan jumlah yang diminta disebabkan oleh bekerjanya:
            -     efek substitusi, dan
            -     efek pendapatan
      -     Kurva permintaan bisa bergeser ke kanan atau ke kiri jika satu atau lebih faktor-faktor selain faktor harga barang yang diminta berubah. Sebagai contoh : naiknya pendapatan penduduk akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya turunnya pendapatan akan menggeser kurva permintaan ke kiri. Begitu juga selera konsumen berubah menjadi lebih menyukai barang yang bersangkutan daripada barang lain, maka kurva permintaannya bergeser ke kanan.
      -     Sehingga ada dua gerakan pada kurva permintaan :
            1)   gerakan sepanjang, kurva ketika terjadi perubahan harga, secetris paribus,
            2)   pergeseran kurva, ketika faktor selain harga berubah.




      -     Grafik pergeseran kurva permintaan :

            Harga (P)
                        d                d1

             P1


                                                             d              d1
                                  q1             q2                   Jumlah yang diminta (Q)


      Penawaran
Penawaran suatu barang : jumlah barang tersebut yang produsen bersedia menawarkan pada harga tertentu.
      -     Daftar penawaran (supply schedule) suatu barang : berbagai kombinasi antara harga-harga dengan berbagai jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh produsen, faktor-faktor selain harga dianggap tetap.
      -     Bentuk grafik daftar penawaran ini disebut kurva penawaran (supply curve).

      -     Hukum Penawaran : lereng kurva penawaran adalah positif (pada umumnya kenaikan harga suatu barang akan diikuti kenaikan jumlah penawaran barang tersebut, faktor-faktor selain harga dianggap konstan).

      -     Faktor-faktor selain harga yang menggeser kurva penawaran :
            1.   ukuran industri (jumlah produsen, skala produksi industri)
            2.   kemajuan teknologi
            3.   harga faktor produksi
            4.   harga barang terkait
            5.   kebijaksanaan pemerintah




      -     Kurva penawaran dan pergeserannya :
P
 
P
 
                 
                                                                                                          
                                                   S                                                                             S       S1
             P1                                                                              P1


 
                   P2
                       S                                                                                  S
Q
 
Q
 
                                                                                                                   S1
                                  q1    q2                                                                              q1        q2

     
      Keseimbangan Pasar
      Keseimbangan pasar terjadi ketika kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawaran. Titik potong antar kedua kurva menghasilkan titik keseimbangan pasar dimana :
      1.   Harga dan jumlah keseimbangan pasar tercipta,
      2.   Tidak ada kecenderungan kenaikan atau penurunan harga dan persediaan barang juga juga tidak tambah atau kurang. (Penetapan harga di atas harga keseimbangan akan menyebabkan terjadinya kelebihan (surplus) penawaran yang mendorong harga turun dampai dicapainya harga keseimbangan.
            Harga (P)
                            d                                          s                 
              p1
e
 
                                                  
              p*                                                                        p*     : harga keseimbangan         
              p2                                                                        q*     : jumlah keseimbangan
                                                                                  qs1 - qd1  : surplus penawaran
                                                                      d          qd2 – qs2 : kekurangan supply
                            s
                                   qd1        q*        qs1                Jumlah yang diminta (Q)
                                          qs2       qd2                          



      Pengaruh Pergeseran S atau D terhadap Keseimbangan Pasar
      1.   Jika D naik dan S tetap, harga keseimbangan (p kes) naik dan jumlah keseimbangan        (q kes) naik juga.

            Harga (P)                            
                          d               d1              s
            p2*                               e2*     
                                       e1*
             p1*
                            s
                                                            d           d1
                                                                                     Jumlah barang (Q)

                                       q1*     q2*
      2.   Jika D turun dan S tetap, p kes. turun dan q kes turun.

             Harga (P)      
                 
                          d                             s
                    d1            
                                       e1*
            p1*             e2*
            p2*                  
                             s              d1          d         
                                                                                   Jumlah barang (Q)
                               q2*  q1*

      3.   Jika S naik dan D tetap, p kes turun dan q kes naik.
            Harga (P)                           
                          d                             s1
                                                                 s2
                                       e1*
            p1*                           e2*
            p2*           s1
                                      s2                      d          
                                                                                     Jumlah barang (Q)
                                      q1* q2*           

      4.   Jika S turun dan D tetap, p kes naik dan q kes turun.
         Harga (P)                            s2
                          d                             s1
                                   e2*                 
           p2*                       e1*
           p1*   s2
                            s1
                                                            d          
                                                                                     Jumlah barang (Q)
                                q2*  q1*
      5.   Jika S naik dan D naik, baik p kes bisa naik bisa turun dan q kes naik.
           Harga (P)                           
                          d               d1              s1
            p2*                               e2*          s2
            p3*                       e1*             e3*
            p1*
                            s1
                                       s2                  d           d1
                                                                                     Jumlah barang (Q)   
                                      q1*   q2*  q3*
           Atau
               Harga (P)                           
                          d               d1              s1
            p2*                                 e2 *        
            p1*                       e1*               
            p3*                                              e3*
                            s1
                                                            d              d1
                                                                                     Jumlah barang (Q) 
                                       q1*    q2*    q3*
      Harga Atap (ceiling price) dan Harga Dasar (floor price)

Ceiling price : harga yang ditetapkan oleh pemerintah atau kekuatan lain diluar mekanisme pasar pada tingkat dibawah harga keseimbangan pasar. Yang mendorong terjadinya kekurangan penawaran (shortage).
 Contoh :                                                         - harga dasar gabah,
                                                                        - harga semen,
                                                                        - harga/ sewa rumah,
                                                                        - tarif bus, kereta, dan transportasi lain.
Floor price : harga yang ditetapkan oleh pemerintah atau kekuatan lain di luar mekanisme pasar pada tingkat di atas harga keseimbangan pasar. Mendorong terjadinya kelebihan penawaran (surplus).
 Contoh :  upah pekerja (UMR)
                                                    
s
 
d
 
     P                                                                               P
                                                                                               d                  s
 pf

 pe                           e*                                                  pe                 e*
                                                                                 
                                                                                  pc
Q
 
Q
 
            s                               d                                                                       d

      Keterangan : - pf : floor price; qs-qd : surplus penawaran,
                           - pc : seiling price; qd-qs : supply shortage,
                           - pe : harga keseimbangan














BAB III
ELASTISITAS PERMINTAAN

Elastisitas permintaan (Ed) : derajad kepekaan dari permintaan suatu barang terhadap perubahan harga barang yang dimaksud. Atau ratio antara persentase perubahan permintaan terhadap persentase perubahan harga. Secara matematis  model umum elastisitas permintaan bisa ditulis :

 d=  
                   
Bila disederhanakan menjadi :
Model 1
Elastisitas Titik : Digunakan untuk menghitung derajat elastisitas permintaan atas setiap perubahan harga. Secara matematis :
Ed =
Model 2
Elastisitas busur :  Digunakan untuk menghitung derajad elastisitas permintaan rata-rata dari keseluruhan perunahan harga antara 2 titik. Secara matematis :
         
Pada buku teks ekonomi lainnya kadang ditulis :
     
Model 3
Elastisitas Kumulatif : digunakan untuk menghitung elastisitas permintaan secara keseluruhan permintaan secara keseluruhan (permintaan pasar)
     
        secara singkat


5 Kategori Elastisitas permintaan (Ed) :
 (3 berdasar hukum permintaan dan 2 yang bersifat sempurna)
1.   ½Ed½ = 0 (tdk elastis sempurna)                Δ Q = 0 <  ΔP, untuk sembarang nilai P (+) dan Q
2.   ½Ed½ < 1 (tidak elastis)                                  ΔQ < ΔP                          
3.   ½Ed½ = 1 (elastisitas uniter)                         ΔQ = ΔP     
4.   ½Ed½ > 1 (elastis)                                                                                             ΔQ > ΔP 
5.   ½Ed½ = tak terhingga (elasitis sempurna)           ΔP = 0, untuk sembarang nilai Q (+) dan P
Secara grafis bisa digambar sebagai berikut :

   P              D            P                              P                           P                            P
                                           D
                    Ed = 0                   Ed < 1                  D                        D      Ed > 1                 Ed = ~
                                                                            D                          Ed = 1     
                   D                                                                      D                           D
    O                      Qd  O                     Qd   O                   Qd   O                    Qd  O                   Qd

 Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya elastisitas permintaan :
1.    Adanya barang substitusi
2.    Persentase pendapatan yang digunakan / jenis barang.
3.    Jangka waktu analisa / perkiraan atau pengetahuan konsumen.
4.    Tersedianya fasilitas atau sarana kredit.








Manfaat dari mengetahui nilai  Elastisitas Permintaan (Ed) :
1.    Kebijakan Impor
Dalam hal ini pemerintah yang berkepentingan mengendalikan impor, dimana seandainya suatu negara mengimpor suatu barang yang tingkat elastisnya diketahui maka akan dapat diambil suatu kebijakan terus impor atau stop.
2.    Perpajakan
Bagi kalangan pebisnis, mengetahui nilai elastisitas permintaan bila bersama-sama elastisitas penawaran akan membantu strategi penggeseran beban pajak (sebab tidak semua atau sebagian besar beban pajak (sebab tidak semua atau sebagian besar beban pajak yang dikenakan oleh pemerintah akan dibebankan kepada konsumen). 
3.    Kebijakan / strategi penetapan harga atas barang
Produsen dalam rangka meningkatkan hasil penjualan / penerimaan akan berusaha menempuh dengan cara seoptimal mungkin agar keuntungan tercapai, Salah satu strategi yang umumnya digunakan adalah kebijakan harga.
Hubungan elastisitas permintaan terhadap strategi kebijakan penentuan harga sebagai berikut :
a.       Bila permintaan bersifat elastis, maka menaikkan harga relatif akan menurunkan penerimaan, jadi kebijakan yang baik adalah justru harus menurunkan harga.
b.      Bila permintaan bersifat inelastis, maka harga justru akan menaikkan penerimaan, jadi kebijakan yang salah bila menurunkan harga.
c.       Bila permintaan bersifat uniter elastis, menaikkan atau menurunkan harga adalah tindakan yang mubazir sebab tidak akan berubah.

















BAB IV
ELASTISITAS PENAWARAN

Elastisitas Penawaran (Es) :
Derajad kepekaan perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan atau nilai bagi antara persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga.bentuk umum elastisitas penawaran secara matematis :

s =                         

Bila disederhanakan menjadi :

Model 1
Elastisitas Titik : Digunakan untuk menghitung derajat elastisitas penawaran atas setiap perubahan harga. Secara matematis :

Es =

Model 2
Elastisitas busur :  Digunakan untuk menghitung derajad elastisitas penawaran rata-rata dari keseluruhan perunahan harga antara 2 titik. Secara matematis :

         

Pada buku teks ekonomi lainnya kadang ditulis :

      


Model 3
Elastisitas Kumulatif : digunakan untuk menghitung elastisitas penawaran secara keseluruhan permintaan secara keseluruhan (permintaan pasar)
     
        secara singkat
5 Kategori Elastisitas penawaran (Es) :
 (3 berdasar hukum penawaran dan 2 yang bersifat sempurna)
1.   ½Es½ = 0 (tdk elastis sempurna)                Δ Q = 0 , untuk sembarang nilai P (+) dan Q
2.   ½Es½ < 1 (tidak elastis)                                  ΔQ < ΔP                           
3.   ½Es½ = 1 (elastisitas uniter)                         ΔQ = ΔP     
4.   ½Es½ > 1                                                     ΔQ > ΔP       
5.   ½Es½ = tak terhingga (elasitis sempurna)           ΔP = 0, untuk sembarang nilai Q (+) dan  P

Secara grafis bisa digambar sebagai berikut :

   P              S           P                              P                           P                            P
                                                       S                                S                               S                                         
                    Es = 0                   Es < 1                                                      Es > 1                 Es = ~
                                                         S                                                 Es = 1    S 
                   S                                                      S                                          
    O                      Qs  O                     Qs   O                   Qs   O                    Qs  O                   Qs

 Manfaat dari mengetahui nilai  Elastisitas Penawaran  (Es) :
1.    Maka dapat diketahui perilaku produsen dalam menawarkan produknya sehubungan dengan tingkat harga.
2.    Produsen juga akan mendapatkan informasi mengenai barang yang diperjual belikannya di pasar, apakah untuk memungkinkan untuk menaikkan aatau menurunkan harga jual barang yang dimaksud.


Aplikasi Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
Dalam perekonominian terutama yang menganut sistem campuran umumnya pemerintah terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Campur tangan pemerintah biasanya untuk meregulasi atau mengatur kegiatan ekonomi dalam rangka memenuhi pendapatannya guna membayar para pegawainya.Untuk memenuhi pendapatannya itu maka salah satu cara pemerintah adalah dengan memungut pajak kepada masyarakat.
Pajak pada dasarnya ada dua, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung. Yang dikenakan kepada konsumen adalah pajak tidak langsung. Dimana konsumen dikenakan pajak secara tidak langsung pada saat membeli produk yang seharusnya dibayar produsen. Adanya tambahan pajak yang harus dibayar produsen kalau ditulis secara matematis adalah :





















BAB V
TEORI PERILAKU KONSUMEN

Teori perilaku konsumen pada dasarnya menjelaskan bagaimana konsumen mendayagunakan sumber daya yang ada (uang) dalam rangka memuaskan keinginan atau kebutuhan dari suatu atau beberapa produk. Penilaian kepuasan umumnya bersifat subjektif  baik bagi pemakai langsung maupun bagi penilai.

Teori Nilai Guna Kardinal (TNGK)
Teori nilai guna kardinal memberikan penilaian subjektif akan pemuasan kebutuhan dari suatu barang, artinya tinggi rendahnya suatu barang tergantung dari subjek yang memberikan penilaian, dengan kata lain bahwa suatu barang akan memberikan nilai guna yang tinggi bila barang yang dimaksud memberikan daya guna yang tinggi bagi si pemakai.
Teori nilai guna kardinal mengukur kepuasan atas konsumsi barang baik yang tidak ada hubungan (misal : kepuasan mengkonsumsi film di bioskop tidak berhubungan dengan kepuasan mengkonsumsi baju bermerk terkenal) maupun yang ada hubungannya (misal : mengkonsumsi sepatu merk terkenal berkaitan dengan kepuasan mengkonsumsi baju merk terkenal).
Beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam teori ini adalah :
1.    Daya guna diukur dalam satuan uang
Yaitu jumlah uang yang bersedia dibayar oleh konsumen dalam rangka menambah unit yang akan dikonsumsi.
2.    Daya guna marginal dari uang tetap
Bahwa nilai suatu uang dalam satuannya adalah sama untuk setiap orang tanpa memandang statusnya.
3.    Additivitas
Bahwa nilai guna total adalah keseluruhan konsumsi dari barang
X1       Xn       atau U = U(X1) + U(X2)+...U(Xn+1) atau
                  TU = Tn(X) +Tu(Y)...      
4.    Daya guna bersifat independent
Artinya daya guna barang X1 tidak dipengaruhi oleh mengkonsumsi barang lain, misalnya X2
5.    Periode konsumsi berdekatan.

Teori Nilai Guna Kardinal (TNGK) 1 macam barang
Dalam TNGK mengkonsumsi 1 macam barang dikenal istilah kepuasan total (TU=Total Utility) yaitu kepuasan total sebagai akibat dari mengkonsumsi sejumlah barang dari kepuasan marginal (MU=Marginal Utility) yaitu tambahan kepuasan sebagai akibat dari menambah unit input / barang sebagai faktor pemuas.
Dalam penilainnya bila tambahan kepuasan itu dinilai berdasarkan tambahan 1 unit input maka disebut Marginal Utility/ per unit atau sering disebut Marginal Utility saja.
Untuk memuaskan kebutuhan terhadap satu barang, maka secara sederhana adalah bila konsumen dapat membelanjakan uangnya untuk mendapatkan jumlah barang yang terbanyak, yaitu konsumen hanya akan mengeluarkan / membelanjakan uangnya sesuai dengan kepuasan maksimum yang diharapkannya, atau secara matematisnya
Bila Px adalah harga barang X, dan X adalah barangnya, U adalah utilitasnya, maka :
U(X) = Pxy atau U(X) – PxX = D(X), dimana D(X0 adalah fungsi permintaan barang X, maka secara deferensial dapat dicari turunan pertama dari X dan memisalkan turunan pertama itu sama dengan 0 (syarat optimum) sebagai berikut :

 Syarat optimum
                                                                                            Turunan pertama = 0
                                                                                  MU(X) = Px 
MU(X) = Px artinya kepuasan tertinggi yang dicapai seseorang bila ia mengkonsumsi barang X dengan harga Px.
Contoh :
Diketahui seorang konsumen mengkonsumsi 0 unit barang memperoleh kepuasan sebesar 0. Bila ia mengkonsumsi barang sebanyak 3 unit kepuasannya sebesar 7. Bila ia menambah konsumsi lebih dari 3 unit maka kepuasannya akan kurang dari 7, tentukan fungsi kepuasannya ?
Dengan menggunakan pendekatan fungsi kuadrat secara matematis fungsi kepuasan konsumen tersebut dapat ditentukan sebagai berikut :
U = aX2 + bX + c, berdasar informasi data  di atas diketahui nilai ekstrem dari jumlah konsumsi adalah sebanyak 3 unit, berarti :
X = 3         X = -b/2a        3 = -b/2a         b = -6a
Koordinat pertama adalah X = 0         U = 0, sehingga penyelesainnya menjadi :

0 = a(0)2 + b(0) + c                                   -7 = -9a – 3(-6a)
7 = a(3)2 + b(3) +c    _                              -7 = -9a + 18a              9a = -7
        -7 = -9a – 3b- 0                                                                               a = - 0,78
                                                                                                                b = -6a      
                                                                                                                b = -6 x (-0,78)
                                                                                                                b = 4,68  dan c = 0
                     Dan fungsi kepuasannya adalah U = -0,78X2 + 4,68X
Berdasarkan fungsi kepuasan total di atas dapat ditentukan fungsi kepuasan marginalnya dengan cara menentukan turunan pertama dari fungsi kepuasan total sebagai berikut :

Untuk X = 4, maka U = -0,78(4)2 + 4,68(4) = -12,48 + 18,72 = 6,24
Untuk X = 5, maka U = -0,78(5)2 + 4,68(5) = -19,5 + 23,4 = 3,9

Sedangkan
MU(4) = -1,56X + 4,68 = -1,56(4) + 4,68 = -1,56
MU(5) = -1,56X + 4,68 = -1,56(5) + 4,68 = -3,12

Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa bila konsumen menambah konsumsi menjadi 4 unit maka kepuasannya turun dari 7  menjadi 6,24. Bila ia mengkonsumsi X sebanyak 5 unit maka kepuasan totalnya hanya sebesar 3,9. Bila misalkan ia menambah konsumsi menjadi sebanyak 6 unit maka kepuasan totalnya sebesar 0.

Kurvanya sebagai berikut :



                      MU = 0
     7                                      
   6,24


  3,9
                                                                                                 U = -0,78X2 + 4,68X



                                                  
            1           2          3          4        5          6        X


Sedangkan kurva kepuasan marjinalnya adalah sebagai berikut ;


 





    3,9
                    2,34       (6,24 - 3,9)                     Kurva MU(X) = -1,56X + 4,68
                                                    
                              0,76     (7 – 6,24)


 
                                                                                     X




BAB VI
PERILAKU PRODUSEN

Asumsi : perilaku produsen dimotivasi oleh tujuan memperoleh laba setinggi-tingginya.
Keuntungan (laba) perusahaan : penerimaan penjualan dikurangi biaya total

Biaya Perusahaan
-     Biaya Total (TC) : semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan. Disini dasar yang dipakai untuk penghitungan biaya bukan konsep akuntansi seperti yang tertera dalam laporan keuangan, melainkan konsep opportunity cost (biaya ekonomi penggunaan semua faktor produksi yang ada dalam suatu kegiatan produktif tertentu adalah nilai tertinggi dari penggunaan alternatif faktor produksi tersebut).
-     TC terdiri dari Biaya Tetap Total (TFC) dan Biaya Variabel Total (TVC).
-     Biaya Variabel (seperti upah pekerja langsung, komisi untuk sales, bahan baku) meningkat jika jumlah output yang diproduksi meningkat.
-     Hubungan antara besarnya TVC dengan jumlah output yang diproduksi selama periode tertentu, disingkat Q, disebut fungsi TVC, secara matematik disimbolkan TVC ( Q). Grafik dari fungsi TVC  disebut kurva TVC sebagaimana dalam gambar di bawah.
-     Contoh Biaya Tetap : - biaya-biaya administratif,
                                          - pajak properti,
                                          - sewa gedung, dll.

-     Perlu diperhatikan 3 hal berkaitan dengan biaya tetap :
      1.   Batas antara biaya tetap dengan biaya variabel sering tidak jelas, contoh : biaya angkutan (tetap dalam interval tertentu, variabel antar interval)
      2.   Dikatakan biaya tetap karena besarnya tetap berapapun jumlah outpup yang diproduksi.
      3.   Penggolongan biaya ke dalam biaya tetap atau biaya variabel didasarkan pada perspektif waktu yang digunakan :
            Jangka pendek (short run) atau jangka panjang (long run)
Short run : periode yang sedemikian pendek dimana perusahaan tidak mampu merubah jumlah faktor produksi tetap (berarti juga biaya tetap) ketika terjadi tuntutan kenaikan produksi.
Long run : periode dimana perusahaan mampu merubah jumlah semua faktor produksi. Sehingga tidak ada biaya tetap, semua biaya adalah variabel (dibicarakan kemudian).

      Gambar grafik analisa jangka pendek terlihat sebagai berikut :
       TC, TFC, TVC
                                                                        TC (Q)
                                                                             TVC (Q)



                                                                                        TFC

                                                                                               Q
      -     Kurva TVC berbentuk garis lurus mendatar karena berapapun jumlah output yang dihasilkan besar biaya tetap adalah sama.
      -     Kurva TVC menunjukkan hubungan yang positif antara TVC dengan Q. Semakin besar Q semakin besar pula TVC dengan tambahan kenaikan yang semakin kecil. Namun ketika Q tertentu dilalui kenaikan Q akan diikuti kenaikan TVC dengan tambahan kenaikan yang semakin besar. Ini mencerminkan bekerjanya the law of diminishing returns (hukum semakin menurunnya perolehan).
      -     Sebagaimana TC = TFC + TVC maka kurva TC juga merupakan hasil gabungan antara kurva TFC dengan kurva TVC.
      -     Secara matematis kurva TC disebut fungsi TC yang biasa ditulis TC(Q) dan menggambarkan hubungan antara biaya total yang dikeluarkan (TC) dengan jumlah output yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (Q).





Biaya Rata-Rata dan Biaya Marginal
-     Biaya Variabel Rata-rata (AVC) : biaya variabel per-unit output yang diproduksi. Untk tiap jumlah output (Q) yang berbeda akan terdapat AVC yang berbeda, sehingga terdapat fungsi AVC, atau AVC(Q), dimana secara matematis :
                           AVC (Q) = TVC (Q)/Q
-     Biaya Tetap Rata-rata (AFC) : biaya tetap per unit output yang dihasilkan. Untuk tiap jumlah output (Q) yang berbeda juga terdapat AFC yang berbeda, sehingga terdapat fungsi AFC, atau AFC (Q), dimana secara matematis ditulis :
                           AFC(Q) = TFC/Q
-     Biaya Total Rata-rata (ATC) : biaya total per unit output yang dihasilkan. Terdapat juga fungsi ATC, atau ATC(Q), yang menggambarkan hubungan antara ATC dengan Q. Secara matematis bisa ditulis :
                           ATC(Q) = TC (Q)/Q
-     Grafik biaya-biaya rata-rata :
      ATC, AVC, AFC
 




                                                                                           ATC
                                                                                        AVC
                                                                                AFC
                                                                                                     Q   
      ð   ATC bisa naik, turun, atau konstan, ketika jumlah output (Q) naik.
      ð   Jika ATC turun ketika jumlah output naik, maka perusahaan mengalami economies of scale.
      ð   Jika ATC naik ketika jumlah output naik, maka perusahaan mengalami disekonomies of scale.
      ð   Jika ATC tetap ketika jumlah output naik, maka perusahaan mengalami constant return to scale.
      ð   Ketiga keadaan digambarkan oleh kurva di atas.


-     Biaya Marginal (MC) : menunjukkan besarnya tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit output yang diproduksi. Untuk jumlah Q yang berbeda akan terdapat MC yang berbeda, sehingga terdapat fungsi MC, atau MC(Q). Jika jumlah output semula Q kemudian ditambah sebesar DQ unit, maka MC bisa dihitung dengan :
                          
-     Jika kurva MC dan kurva ATC diletakkan bersama dalam satu gambar akan diperoleh :

            ATC, AVC, MC
           
                                                                              MC
                                                                          
ATC
 
                                                                      
AVC
 
                                                                                           


                                                                               AFC 
                                                                                                               Q

-     Terdapat hubungan yang spesifika antara biaya total rata-rata dengan biaya marginal :
      1.   Ketika ATC menunjukkan fungsi yang menurun dari output (daerah decreasing cost), MC < ATC.
      2.   Ketika ATC konstan, MC = ATC
      3.   Ketika ATC menunjukkan fungsi yang menaik dari output (daerah increasing cost),     MC > ATC.
-     Hubungan ini sesuai dengan prinsip matematika : jika nilai rata-rata sekelompok barang naik jika ke dalamnya dimasukkan tambahan satu barang lagi, maka nilai barang yang ditambahkan pasti lebih besar dari nilai rata-rata semula.






 BAB VII
MODEL, ANALISA, DAN STUDI EKONOMI MAKRO


Studi Ekonomi Makro
      Studi tentang perilaku variabel-variabel ekonomi agregat (secara keseluruhan).
A.  Pendapatan Nasional
      1.1 Pengertian
            Pendapatan nasional dapat dipandang sebagai :
            a)   Pendapatan nasional berupa uang
                  (dinyatakan dalam kesatuan uang pada kesatuan waktu).
                  ð   nilai barang yang dikonsumsikan pada tahun yang bersangkutan
            b)   Pendapatan nasional nyata
                  ð   jumlah kesatuan fisik produk yang dihasilkan untuk tujuan konsumsi & investasi netto.
            c)   Pendapatan nasional psikis
                  ð   Jumlah kepuasan netto yang telah dinikmati (selama tahun yang bersangkutan)



Note :  ð   Pengertian yang praktis dapat dipakai 
                  Pendapatan nasional berupa uang dan pendapatan nasional nyata
            ð   Pendapatan nasional uang dan tingkat harga umum
                  Pendapatan nasional nyata  
 
 







      1.2 Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional :
            ð   kuantitas & kualitas faktor produksi
            ð   metode produksi yang digunakan
            ð   pengetahuan ilmiah yang dimiliki penduduk
            ð   tingkat pembagian kerja
            ð   besarnya perusahaan-perusahaan



      Beberapa konsep tentang pendapatan nasional :
     1.    G.N.P. (Groos National Product)
Adalah produksi total suatu  negara dalam jangka waktu satu tahun yang dinilai menurut harga pasar.
      2.   N.N.P. (Net National Product)
GNP dikurangi dengan Depresiation, yaitu aktiva yang lenyap atau rusak dalam jangka waktu satu tahun.
      3.   N.N.I. (Net National Income)
Pendapatan agregat dikurangi dengan inderect taxes.atau NNP dikurangi dengan Indirect Taxes.
4.      Personal Income
Pendapatan perorangan (gaji, sewa, dan deviden)
      5.   Disposable Personal Income
Adalah personal income setelah dikurangi Personal taxes, pendapatan yang dapat digunakan untuk kepentingan konsumsi.
     
B. Konsumsi dan Investasi
1. Konsumsi
1.1 Hubungan Konsumsi dan Pendapatan Disposible
Faktor penentu pengeluaran konsumsi :
1.  disposable income sekarang
- Jika C dan Yd sudah dibentuk secara statistik             kita dapat menentukan perilaku  C dengan cara :
                               -   persamaan, tabel, dan   grafik
- C = ƒ Yd              konsumsi tergantung fungsi pendapatan disposible

2.  pendapatan permanen : tingkat pendapatan yang akan diterima rumah tangga jika pengaruh-pengaruh temporer (musim, fluktuasi usaha, rejeki nomplok, atau bencana alam) dihilangkan,
3.  kekayaan : tabungan dalam berbagai bentuk (deposito, saham, obligasi, barang, dll). Kenaikan konsumsi sebagai akibat kenaikan kekayaan disebut wealth effect.
-    Akan tetapi kekayaan dan pendapatan permanen dianggap tidak cepat berubah dari tahun ke tahun, sehingga perubahan konsumsi lebih terkait dengan disposable income sekarang.
-    Sehingga tingkat pengeluaran konsumsi nasional terutama ditentukan oleh tingkat disposable income.

Fungsi konsumsi : C = a + bYd; karena Yd = Y - T, maka
    C   =    a + b (Y - T); C  =  (a - bT) + bY
    C   :     tingkat pengeluaran konsumsi nasional,
    a    :     pengeluaran konsumsi ketika pendapatan nasional 0,
    b    :     MPC dimana 0 < b < 1,
    Y   :     pendapatan nasional,
    T    :     pajak.

             - Secara grafis :

        konsumsi (C)                         C = Q                            
                         
                                                                       C = (a-bT) + bY
                                     E
                                    
       (a-bT)                 
                                                           
                       45                                                        
                                     Q            Qp              GDP(Q)

-     Ket : Qp = GDP potensial (tingkat GDP full-employment)

- Hubungan yang dapat diukur antara C dan Yd ditunjukkan persamaan
 Misal :  C = Rp  40 + 0,8 Yd
              Maka hubungan terukur antara C dan Yd adalah :
              Yd                   C
            400            320 + 40 = 360
            600            480 + 40 = 520
            800            640 + 40 = 680



C



 
     680
     520

     360



 


                              400     600      800                         Yd



1.2 Variabel Dalam Model Ekonomi Makro

- Variabel Eksogen            nilainya ditentukan kekuatan di luar model,
                                           Variabel eksogen diklasifikasikan sebagai Δ otonom

- Variabel Endogen            nilainya ditentukan di dalam model

C = 40 + 0,8 Yd

- Konstanta      var endogen
- Var eksogen     

Dari keadaan  C = 40 + 0,8 Yd, dengan adanya kekuatan – kekuatan luar  (eksogen)
Merubah fungsi C menjadi :
C = 50 + 0,8 Yd
Maka : terjadi kenaikan pengeluaran  C otonom sebesar 10



1.3  Konsumsi Total   (C Aggregat)
Perilaku ekonomi total adalah merupakan jumlah dari perilaku individual

Fungsi C total  =

Perilaku C pada berbagai RT pada suatu perekonomian
RT
Fungsi  C
A
B                                    
C
D
E
CA =                   1 Yd
CB =   10    +    0,9 Yd
CC =   10    +    0,8 Yd
CD =    5     +  0,85 Yd
CE  =               0,95 Yd
                                
                                   C Aggregat = 25 +         
                                          C Aggregat = 25 + 0,90 Yd


2.    Investasi
Investasi tergantung pada ;
- beberapa faktor yang baru
- faktor dinamis di luar sistem ekonomi
- produksi dan pendapatan yang tinggi.

Investasi dipengaruhi oleh :
- hasil yang diharapkan dari pertambahan I (MEC / marginal effisiensi of capital)
- suku bunga
  Karena jumlah uang yang beredar dan preferensi likuiditas (motif berjaga-jaga, motif transaksi, dan motif spekulatif).




BAB VIII
MODEL PEREKONOMIAN 3 SEKTOR


Dalam model ini perekonomian dibagi menjadi 3 sektor
Ø Sektor usaha
Ø Sektor RT Konsumen
Ø Sektor RT Pemerintah

Dengan demikian, tingkat Y dipengaruhi oleh :
Ø Sektor swasta , C + I
Ø Tindakan –tindakan pemerintah (G)

Dengan adanya sektor pemerintah di dalam model perekonomian maka tingkat pendapatan nasional akan dipengaruhi  pula oleh :
Ø Pajak
Ø Transfer
Ø Anggaran berimbang
Ø Pengeluaran pemerintah


Tingkat Keseimbangan Pendapatan Nasional ada Pengeluaran Pemerintah

Tingkat keseimbangan Y di dapat dengan jalan menyelesaikan persamaan

C + I + G                           Atau                          I + G = S

Kes Y  dengan  Pendekatan C + I + G  = Y

Analisa Matematis

Misal :      Yd = Y
                  C   = 40 + 0,8 Yd
                  I    = 60
          Y Kes    = 500
                G    = 10

Soal :  Berapa Pendapatan Nasional Keseimbangan (Y Kes) sesudah ada pengeluaran pemerintah?

Jawab : 
               Y = C + I + G
               Y = 40 + 0,8 yd + 60 + 10
Y – 0,8 Yd = 110
      0,2 Y   = 110
             Y   = 110 / 0,2 = 550


Analisis Grafis


 
550
C,I,G
500
    C + I + G

      C + I






                                                                                               
                                                           500         550



Kes Y dengan pendekatan S = I + G

Analisa Matematis

Misal :           Yd = Y
                       C   = 40 + 0,8 Yd
                       I    = 60
                Y Kes   = 500

                     G    = 10

Soal :  Y kes setelah ditambah pengeluaran pemerintah ?
 
Jawab :

Y = C + S,  dimana Y = C + I
S = Y –C
S = Y – ( 40 + 0,8 Yd)
S = Y – 40 – 0,8 Yd
S = 0,2 Yd – 40 atau
S = -40 + 0,2 Yd


       S = I + G

-40 +0,2 Yd = 60 + 10
         0,2 Y   = 60 + 10 + 40
         0,2 Y   = 110
               Y   = 110 / 0,2
               Y   = 550

Analisa Grafis   
                                                                                    S
C,I, G                                                                                                                    I +G
70
60                                                                                                                   I  










 


                                                                                  500         550

Tingkat Kes Pendapatan Nasional Setelah ada pajak ( Tx)

Misal :           Yd = Y
                       C   = 40 + 0,8 Yd
                       I    = 60
                Y Kes   = 500
                     G    = 10
                    Tx   = 10

Maka : Asumsi berubah       Yd = Y – Tx

Y  = C + I + G
Y  = (40 + 0,8 Yd) + 60 + 10
Y  = (40 + 0,8 ( Y-10)) + 60 + 10
    = 40 + 0,8 Y – 8 + 60 + 10
  Y – 0,8 Y =40 – 8 + 60 + 10
        0.2 Y = 102
              Y = 102 / 0,2
                 = 510














 


550
                    C + I + G
510                     C + I  + G - Tx






                                                                                           
                                                                
                                                                  510          550


Pendekatan      Tx + S = I + G

Misal :           Yd = Y
                       C   = 40 + 0,8 Yd
                       I    = 60
                Y Kes   = 500
                     G    = 10
                    Tx   = 10

Asumsi  : Yd = Y        berubah        Yd = Y – Tx
               Y = C + I , dimana Y = C + S
               S = Yd – C
             Yd = Y – Tx         Jadi         S = Y – Tx – C

                                       S + Tx  =  I + G
                         Y – Tx – C + Tx = I + G
Y – 10 – (40 + 0,8( Y-10)) + 10 = 60 + 10
Y – 10 – 40 – 08 Y + 8 +10      = 70
Y – 0,8 Y -32                             = 70
                               0,2 Y           = 70 + 32
                               0,2 Y          = 102 / 0,2
                                     Y          = 510  


Jadi Kebijaksanaan Fiskal Terhadap G dan TX adalah

G          akan meningkatkan Y kes dengan jalan meningkatkan komponen G dari C+ I +G

Tx        akan meningkatkan Y kes dengan jalan meningkatkan komponen C dari C + I + G

Menurunkan Tx pengaruhnya terhadap Y kes Lebih lemah dibanding menaikkan G dalam pengaruhnya terhadap Y kes, sebab :
Y sebagian di tabung, jadi tidak untuk C semua.


Balance Budget sector public dan tingkat Y  atau
 Anggaran berimbang sector public dan tingkat Y

Ada efek berlipat dari  Δ Tx dan Δ G  ada multiplikator anggaran berimbang

Bila  :

Δ Tx = Δ G   maka     arus Y  tidak berubah


Y = C  + I + G                                                                                         S + Tx = I + G

Y = 40 +0,8 (Y-10) +60 + 10                                 Y-10 -40-0,8(Y-10) + 10  = 60 + 10
Y kes   = 510                              sama dengan                                  Y Kes    = 510


Transfer Pemerintah ( Tunjangan Sosial)

Merupakan : -  Pengembalian penerimaan pemerintah kepada sector swasta
-          Pengurangan pajak secara tidak langsung
-          Transfer ( tr) sebagai pajak negative

Pada tingkat :   Y = 510
 C = 40 + 0,8 Yd
 I  = 60
G = 10
            Tx = 10 dan


           Yd = Y – Tx
Bila  : Pemerintah menaikkan Tr = 5

Maka  :
            Yd = Y – Tx +Tr
            Y   = C + I + G
            Y   = 40 + 0,8 ( Y – 10 + 5) + 60 + 10
            Y   = 40 + 0,8 Y – 8 + 4 + 60 + 10
Y – 0,8 Y  = 40 – 8 + 4 + 60 + 10
      0,2 Y  = 106
             Y  = 106 / 0,2
             Y  = 530

Hal ini sama dengan bila Tx berkurang 5

       Y = C + I + G
       Y = 40 + 0,8 (Y-5) + 60 + 10
Y kes = 530

Jadi kenaikan  Tr dan penurunan Tx punya pengaruh sama terhadap Y kes
BAB IX

MODEL PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

Pengantar
1.    Ekspor  dan impor sebagai variable otonom
2.    Tingkat keseimbangan Pendapatan Nasional dengan ada ekspor
-          Analisa Matematis
-          Analisa Grafis
3.    Tingkat keseimbangan pendapatan nasional sesudah ekspor ada impor
-          Analisa Matematis
-          Analisa Grafis
4.    The Balance Budget Multiplier

v Pada model perekonomian 2 sektor dan 3 sektor kita bekerja dengan suatu ekonomi tertutup (tidak berdagang dengan Negara-negara lain)
v Perekonomian  4 sektor (perekonomian terbuka)
Menganalisa dampak perdagangan internasional terhadap tingkat pendapatan keseimbangan, Y  keseimbangan suatu Negara
v Untuk memudahkan penyajian , kita abaikan sector pemerintah
v Suatu Negara ekspor (X) barang / jasa yang diproduksi di DN &
                       Impor  (Y) barang / jasa yang diproduksi di LN
v Kenaikan   X maka menaikkan permintan barang / jasa DN
Kenaikan   Y maka menurunkan permintaan barang / jasa DN

1.    Ekspor   (X)  dan Impor (Z)  sebagai variable Otonom

Δ X                                                             menyebabkan perubahan ganda (multiplikator) 
Δ Z                                                              dalam tingkat keseimbangan


Terhadap tingkat Y keseimbangan
Keseimbangan dampak multiplikator adalah sama dengan multiplikator anggaran berimbang (The balance budget multiplication),
Δ X = Δ Z                             arus Y keseimbangan tidak berubah tetapi mpy tanda berlawanan
Perubahan yang sama dalam X dan Z tidak punya dampak terhadap tingkat Y keseimbangan



2.     Tingkat Keseimbangan Pendapatan Nasional ada ekspor
Analisa Matematis
Misal :
Y   = 500
Yd = Y ( karena tidak ada sector pemerintah)
C  = 40 + 0,8 Yd
Kemudian ada ekspor  x = 10
Maka :
Persamaan Pengeluaran                                           Persamaan Tab / Investasi
Y = C + I + X                                                               S = I + X
Y = 40 + 0,8 Y + 60 + 10                                            S = Y – C
Y = 110 + 0,8 Y                                                          S  = Y – (40 + 0,8 Y)
                                                                                  S = -40 + 0,2 Y
0,2 Y = 110                                                                 S = I + X
      Y = 550                                                   -40 + 0,2 Y = 60 + 10
                                                                              0,2 Y = 60 + 10 + 40
                                                                              0,2 Y = 110
                                                                                    Y = 550
Jadi :
Sesudah ada ekspor
Y kes = 550
I        = 60
X       = 10
S       = 70


Analisa Grafis
Pendekatan persamaan pengeluaran
Misal :
Y   = 500
Yd = Y ( karena tidak ada sector pemerintah)
C  = 40 + 0,8 Yd
Kemudian ada ekspor  x = 10



         550
      500
 C + I + X
          C + I


                                                                                         Y
                                                           500       550 

Sesudah ada ekspor, X = 10
Maka tingkat pendapatan nasional, Y = 550 ,   k = 50 / 10 = 5

Pendekatan persamaan tabungan / investasi
S, I, X                                                                                            S
70                                                                                         I + X
60                                                                                            I




 
                                                               500      550     Y

Sesudah ada ekspor , x = 10
Maka tingkat pendapatan nasional Y = 550          S = 70                S = I + X
                                                          I = 60                                      S = 60 + 10 = 70  
3.    Tingkat Keseimbangan Pendapatan Nasional sesudah ekspor ada impor
Analisa Matematis
Sesudah ekspor  Y = 550
                            I = 60
                            X = 10
                            C = 40 + 0,8 Yd                S = - 40 + 0,2 Y
                          Yd = Y                 karena tidak ada sector pemerintah
Kemudian :
                  Ada impor   Z = 10
Maka :
Persamaan Pengeluaran                                                 Persamaan tabungan / investasi
Y + Z   = C + I +  X                                                                S + Z = I + X
Y + 10 = 40 + 0,8 Yd + 60 + 10                            -40 + 0,2 Y + 10 = 60 + 10
   0,2 Y= 40 + 60 + 10 -10                                                      0,2 Y = 60 + 10 + 40 – 10
   0,2 Y = 100                                                                          0,2 Y = 100
         Y = 100 / 0,2                                                                       Y = 100 / 0,2
         Y = 500                                                                               Y = 500
    
Y = C + I + (X – M) 
Jadi setelah impor
Y = 500             dan      S = 60, sebab S + Z = I + X
I  = 60                                                       S = I + X - Z
X  =10                                                       S = 60 + 10 - 10
Z = 10                                                       S = 60

Analisis Grafis
Pendekatan pengeluaran sesudah ekspor
Y = 550
                            I = 60
                            X = 10
                            C = 40 + 0,8 Yd                S = - 40 + 0,2 Y
                          Yd = Y                 karena tidak ada sector pemerintah

Kemudian ada impor , Z = 10
Pengeluaran DN









 
550
500              
     C + I + X
       
       C + I + X -Z
                     
         
                                                                     500      550      Y



S, I, X, Z                                                                                   S
  70                                                                                                      I + X
  60



                                                                  500          550     Y


Maka tingkat pendapatan nasional menjadi Y = 500
 I = 60
X = 10
Z = 10
S = 60,     sebab S + Z = I + X
                                S = I + X – Z
                                S = 60 + 10 – 10



4.      Multiplikator Anggaran Berimbang / The balance budget multiplikator
Ada kesamaan dampak multiplikator
Bila Δ X = Δ Z,   bila arus Y tidak berubah
Perhatikan sebelum ekspor                                                               Y = 500
                            Kemudian X = 10                                                    Y = 550      =
X = Z = 10
                            Kemudian Z = 10                                                   Y = 500
Jadi    X = Z                                    Arus Y tidak berubah

           



































BAB X
HARGA, INFLASI, DAN TINGKAT PENGANGGURAN


A. Harga
1. Pengertian Harga
1)      harga barang akhir relatif terhadap harga-harga input (upah tenaga kerja, harga bahan baku, dan barang antara).
2)      Purchasing power (daya beli aktual) dari uang relatif kepada purchasing power uang yang dipersepsi.
Purchasing power adalah berapa unit barang dapat dibeli oleh satuan uang.
Jika harga adalah P maka purchasing power adalah 1/P. Misal : indeks harga meningkat dari 100 menjadi 200 maka purcashing power dari uang menurun dari 1/1 menjadi ½. Sedangkan daya beli uang adalah apa yang dipikirkan oleh orang dapat dibeli dengan uang itu.

2. Harga dan Produksi Nasional
Perilaku harga ditentukan di pasar. Harga- harga umum merupakan interaksi dari aggregat  demand (permintaan keseluruhan ekonomi) dan aggregat supply (penawaran seluruh ekonomi).
Kurva aggregat demand menunjukkan kombinasi antara harga dan output dimana pasar barang dan pasar uang secara simultan seimbang( keseimbangan dalam model IS-LM). Arah hubungan antara harga dan produksi nasional adalah negative yaitu jika harga turun pendapatan (produksi) nasional meningkat.
Kurva aggregat supply adalah hubungan antara berbagai tingkat harga dengan tingkat produksi secara keseluruhan. Hubungan bersifat positip karena pada waktu harga meningkat, jumlah yang ditawarkan juga meningkat.
Produksi nasional merupakan agregasi fungsi produksi, dimana Q = f(K,L) Q adalah produksi, K adalah jumlah stock capital dan L adalah jumlah tenaga kerja yang tersedia.
Berapa besarnya Q yang akan diproduksi tergantung dari berapa kapital (mesin, dan peralatan produksi yang tersedia.


3. Penetapan Harga Keseimbangan
Tingkat output nasional dan tingkat harga ditentukan oleh perpotongan antara permintaan dan penawaran aggregat. Kurva aggregat demand menggambarkan tingkat pengeluaran pada berbagai tingkat harga dan dengan menganggap hal lain konstan. Kurva aggregat supply menunjukkan apa yang akan diproduksi oleh perusahaan dan menjualnya pada tingkat harga yang berbeda-beda.
Titik ekuilibrium adalah tingkat keseluruhan harga dimana perusahaan bersedia memproduksi dan menjual output serta pembeli juga bersedia membeli pada jumlah tersebut.
Keseimbangan makro ekonomi adalah suatu kombinasi keseluruhan harga dan kuantitas dimana pihak penjual dan pembeli sama-sama tidak bersedia mengubah tingkat penjualan, pembelian maupun harganya. Harga ditentukan bersama oleh interaksi demand dan supply.  

B. Inflasi
Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum (bukan harga salah satu komoditi saja) secara terus menerus.
       Tingkat inflasi : diukur dengan persentase perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari waktu ke waktu (bulanan/ tahunan).
                  
       Indeks Harga Konsumen :  perbandingan relatif harga suatu paket barang-barang konsumsi pada suatu saat dengan harga paket yang sama pada tahun dasar.

 Tingkat inflasi       :           ~     rendah (dibawah 4 - 6 %)
                                           ~       moderat (antara 5 - 10 %)
                                           ~       tinggi ( > 100 %)

      Faktor penyebab inflasi :
      a. tingkat permintaan agregat melebihi kapasitas produksi (demand-pull inflation)
      b kenaikan harga faktor produksi (tenaga kerja, dll). (cost - push inflation)



      Akibat buruk inflasi :
a.    Efek terhadap pendapatan (Equity Effect)
b.    Efek terhadap efisiensi
c.    Efek terhadap output

Cara Mencegah Inflasi :
a.    Kebijakan moneter
b.    Kebijakan fiskal
c.    Kebijakan berkenaan dengan output
d.   Kebijakan penentuan harga dan indexing

Stagflasi
Suatu kondisi perekonomian dimana stagnasi / resesi (lesunya demand yang seharusnya diikuti dengan penurunan harga-harga atau minimal harga tetap dan demann  diperkuat akan tetapi ternyata karena berbagai tarif  meningkat (harga bahan baku, tarif listrik, BBM dan juga komoditi yang semula dipatok oleh pemerintah) maka akan terjadi kenaikan harga yang menyulitkan pengusaha.
Keluar permintaan lesu dan kedalam buruh meminta upah meningkat, bahan baku juga meningkat. Pengusaha terpaksa melakukan pilihan yang tidak mengenakkan 

C. Tingkat Pengangguran
      Diukur dengan persentase angkatan kerja yang menganggur.
      Angkatan kerja = semua penduduk yang bekerja + semua penduduk yang mencari pekerjaan dan menganggur
      Kesempatan kerja dianggap penuh (full emplyment) jika tingkat pengangguran dalam perekonomian kurang dari 4 %.
      Faktor penyebab pengangguran :
            ·    kurangnya permintaan agregat
            ·    ingin pekerjaan yang lebih baik
            ·    substitusi tenaga kerja oleh peralatan modern,


     
D.  Neraca Pembayaran
Adalah catatan sistematis aliran semua pembayaran dari dalam ke luar negeri dan dari luar ke dalam negeri, yang meliputi : 1) ekspor-impor barang dan jasa, 2) penanaman modal asing dan modal domestik ke luar, 3) modal jangka pendek (deposito).

      Defisit Neraca Pembayaran
Pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Sebab : impor melebihi ekspor, pelarian modal ke luar.
      Akibat negatif defisit :
            Ø   kegiatan perekonomian domestik terganggu karena barang impor menggantikan produk domestik
            Ø   nilai tukar mata uang dalam negeri merosot, karena melemahnya permintaan.






















BAB XI
KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO

-     Definisi :    upaya pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian supaya kinerjanya sesuai dengan yang diinginkan (GDP riil tinggi, tingkat pengangguran dan inflasi rendah, neraca pembayaran seimbang).
-     Instrumen Kebijakan Makro
      Variabel ekonomi yang dikendalikan pemerintah untuk mempengaruhi kinerja perekonomian
      Contoh : pengeluaran pemerintah dan pajak (fiskal), jumlah uang beredar (moneter).
-     Kebijakan Fiskal
      Penggunaan pengeluaran pemerintah dan pajak untuk mempengaruhi perekonomian
-     Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran untuk barang dan jasa (pesawat tempur, tank, konstruksi jalan, gaji pegawai negeri sipil dan ABRI, dll). Merupakan salah satu komponen permintaan agregat, sehingga perubahannya mempengaruhi permintaan agregat.
-     Pajak : mempengaruhi perekonomian lewat 2 cara :
      (1) pajak pendapatan mengurangi pendapatan masyarakat yang pada gilirannya mengurangi konsumsinya. Akibatnya permintaan agregat menurun.
      (2) pajak keuntungan mempengaruhi kegiatan investasi dunia usaha.
-     Kebijakan Moneter
Adalah pengendalian jumlah uang beredar (JUB) untuk mempengaruhi kinerja perekonomian
-     Jumlah uang beredar
Adalah jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat + demand deposit (rekening koran) masyarakat diperbankan, Kesemuanya berfungsi sebagai alat tukar/ pembayaran.
-     Perubahan JUB mempengaruhi :
      ·    tingkat harga
      ·    harga saham
      ·    harga perumahan
      ·    nilai tukar mata uang.
-     Kebijakan uang ketat (pengurangan JUB) akan menaikkan tingkat bunga dan menurunkan investasi yang selanjutnya menurunkan GDP dan inflasi.
-     Kebijakan Ekonomi Internasional :
      1.   Kebijakan perdagangan : kuota, tarif, lisensi impor.
      2.   Pengaturan pasar valuta asing    : - nilai tukar tetap
                                                                  - nilai tukar mengambang
                                                                  - nilai tukar mengambang terkendali





























BAB XII
PERTUMBUHAN EKONOMI


A.  Latar Belakang
Teori penentuan pendapatan yang merupakan analisa jangka pendek menganggap bahwa sumber daya yang dimiliki atau yang ada dalam perekonomian baik kuantitas maupun kualitasnya adalah terbatas. Lalu masalahnya adalah bagaimana bisa dicapai output total kesempatan kerja penuh dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki ?
Apapun skeonarionya dalam jangka pendek, dalam jangka panjang harus dilihat ekonomika pertumbuhan yaitu bagaimana output total suatu perekonomian tumbuh dan berkembang terus sepanjang waktu, sesudah tingkat pendapatan nasional neto kesempatan kerja penuh tercapai secara aktual. Ekonomika pertumbuhan mempunyai perspektif jangka panjang.

B.  Definisi dan Hitungan Pertumbuhan Ekonomi
1.      Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riel suatu perekonomian atau pendapatan nasional riel. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riel.
2.      Pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan dalam output per kapita.
Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup yang diukur dengan output riel per orang. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi terjadi bila tingkat kenaikan output riel total lebih besar daripada tingkat pertambahan penduduk. Sebaliknya terjadi penurunan taraf hidup aktual bila laju kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada laju pertamabahan output riel total.
Pertumbuhan ekonomi digambarkan dengan menggunakan kurva batas kemungkinan produksi dimana pertumbuhan ekonomi merupakan pergeseran keluar kurva
Bagaimana pengukuran pertumbuhan yang terjadi ? pertumbuhan dinyatakan dalam angka prosentase, katakanlah misalnya perekonomian suatu negara tumbuh dengan 3 % per tahun. Ini berarti bahwa PDB naik sebesar 3% setiap tahunnya.
Angka prosentase tersebut sering disebut sebagai laju pertumbuhan ekonomi. Keadaan atau posisi kesejahteraan ekonomi dalam jangka panjang dipengaruhi oleh tingkat atau besarnya laju pertumbuhan ekonominya.

C.  Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Ada beberapa sumber strategis dan dominan yang menentukan pertumbuhan ekonomi tergantung pada bagaimana pengklasifikasikannya adalah membagi menjadi faktor-faktor manajemen yang mempengaruhi penggunaan sumber-sumber tersebut.
Meskipun mempunyai sumber dominan untuk pertumbuhan yang kuantitasnya cukup banyak serta dengan kualitas yang cukup tinggi tetapi bila manajemen penggunaannya tidak menunjang maka laju pertumbuhan ekonomi rendah.

D.  Hukum Pertambahan Hasil Yang Berkurang
Hubungan antara kuantitas dan kualitas sumber-sumber daya, kapital dan pengetahuan teknologi yang dimiliki dengan perubahan output total tidaklah proporsional.
Kenaikan yang proporsioanal disebut sebagai kasus atau keadaan skala ekonomis konstan sedangkan kenaikan produksi yang kurang dari proporsional dari kenaikan sumber-sumber yang tersedia dan digunakan disebut sebagai kasus atau keadaaan skala disekonomis
Hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang menunjukkan bahwa bila tambahan tenaga kerja dilakukan terus menerus secara berurutan pada sejumlah tertentu sumber daya berupa tanah, maka output total akan terus bertambah tetapi melampaui suatu titik tertentu tingkat kenaikan output total akan menurun.
Pertambahan output atau kenaikan produk total  akibat adanya pertambahan tenaga kerja (faktor variabel) yang digunakan disebut sebagai produk marginal (MP). Hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang menyatakan bahwa produk marginal akan turun setelah melampui titik tertentu.

E.  Jumlah Penduduk dan Dilema Kemiskinan
Penambahan hasil yang semakin berkurang menunjukkan hubungan yang tidak menyenangkan antara dengan jumlah penduduk suatu negara dengan sumber daya, kapital, dan teknologi yang dimilikinya.
Pengamatan Malthus sampai pada suatu kesimpulan bahwa kemiskinan yang dialami oleh golongan kelas rendah di semua negara di dunia bersumber pada Hukum penambahan hasil yang semakin berkurang.
Dalam penelitian Malthus mengatakan bahwa jumlah penduduk suatu negara cenderung berkembang melebihi kapasitasnya untuk memprodusir bahan makanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup mereka.
Secara singkat dinyatakan bahwa jumlah penduduk akan bertambah secara deret ukur sementara kenaikan output produksi makanan akan bertambah secara deret hitung.
Pertambahan penduduk yang tidak seimbang dengan pertambahan produk makanan akan menghasilkan taraf hidup yang rendah bahkan kemiskinan dan kelaparan.
Output tenaga kerja turun, dan karena ini merupakan pendapatan rata-rata mereka maka berarti taraf hidupnya turun dan mencapai taraf batas hidup. Pada tingkat ini penduduk tidak akan bertambah lagi karena kemiskinan dan kelaparan akan mencegahnya.
Bila kemudian terjadi kenaikan taraf hidup (output per kapita) maka jumlah penduduk cenderung akan naik dengan cepat dan berlakunya hukum penambahan hasil yang berkurang menyebabkan penurunan output  perkapita yang berarti penurunan taraf hidup.
Dengan demikian maka penduduk mengalami dilema kemiskinan dimana pendapatan penduduk cenderung hanya pada taraf batas hidup saja.
  
F.   Pertumbuhan Ekonomi dan Kenaikan Produktivitas
Hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang menyatakan bahwa dalam proses produksi bila paling sedikit satu faktor produksi dipegang konstan sebagai faktor produksi tetap sedangkan faktor produksi lainnya terus bertambah secara berurutan, maka produk totalnya akan terus bertambah secara berurutan, maka produk totalnya akan terus bertambah tetapi lewat titik tertentu tambahan produk (produk marginal /MP) semakin menurun.
Pertambahan penduduk dan berarti penambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang mengakibatkan kenaikan output yang semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi serta kenaikan kualitas dan ketrampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang.
Dapat dikatakan bahwa penyebab dari rendahnya pendapatan di Negara – Negara yang sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk yang sangat cepat sementara tidak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber daya alam, kapital, dan kemajuan teknologi.
Akibat ramalan Malthus berlaku karena pertambahan penduduk mengakibatkan tekanan terhadap produksi dan persediaan bahan makanan sehingga taraf hidupnya tetap rendah.
Apabila hukum pertambahan hasil yang menurun diimbangi secara lebih kuat dengan kenaikan jumlah barang kapital, kemajuan teknologi dan perbaikan kualitas tenaga kerja maka pertambahan penduduk akan mengakibatkan kenaikan produk rata-rata dan tingkat pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.



























DAFTAR PUSTAKA

Boediono, Ekonomi Moneter, Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi, No.5, BPFE, Yogyakarta, 1999.

Bronson, William H, Macroeconomic Theory and Policy, 2nd, Edition, Harper International, Edition, Harper & Row, Publishers, New York, 1979.

Faried, Wijaya, M.MA.Dr, Ekonomika Mikro, BPFE Yogyakarta, 1991.

Iskandar Putong, Ekonomi Mikro, Mitra Wacana Media 2005.

Mc. Connell, Cambell R, Economics : Principles and Problems, Mc. Graw Hill, Seventh Edition, 1978.
Sadomo Sukirno, Teori Pengantar Makro Ekonomi, Raja Grafindo Persada Jakarta, 2013
Suparmoko, M.Drs.,MA. Ph.D., Pengantar Ekonomika Makro, BPFE Yogyakarta, 1999.

Winardi Dr.SE., Pengantar Ilmu Ekonomi, Tarsito, Bandung, 1998.